Ingin Produk Punya Nilai Tambah? Begini Caranya…

197 views

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah pertanyaan meluncur dari seorang pria berkacamata pada Kamis (4/1/2018) siang usai dirinya menjelaskan rencana perhelatan Indonesian Art Exhibition.

“Apa yang membuat sebuah produk dibeli orang?” tanyanya kepada publik.

Pria berkacamata itu menjawab sendiri,”Packaging. Itu (packaging) yang memberi nilai tambah suatu produk.”

Setyono Djuandi Darmono, tokoh pendiri dan chairman PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.
Setyono Djuandi Darmono, tokoh pendiri dan chairman PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.(Kompas.com/Josephus Primus)

Pria berkacamata itu tak lain adalah Setyono Djuandi Darmono. Bapak tiga anak lelaki itu adalah tokoh pendiri dan chairman PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. Perusahaan tersebut menjadi emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode KIJA.

Bagi Darmono, packaging atau pengemasan adalah bagian dari inovasi. Di dunia industri, imbuhnya, inovasi adalah bagian penting dari keberlangsungan bisnis. “Tidak cukup hanya infrastruktur dan pendidikan,” katanya sembari memberikan penekanan bahwa KIJA juga memberi perhatian pada infrastruktur dan pendidikan.

Karya seni

Buku berjudul S.D. Darmono Building a Ship While Sailing , terbitan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), Cetakan Keempat, November 2017.
Buku berjudul S.D. Darmono Building a Ship While Sailing , terbitan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), Cetakan Keempat, November 2017. (Kompas.com/Josephus Primus)

Inovasi pengemasan, di mata Darmono, juga mempunyai kaitan erat dengan karya seni, khususnya seni lukis. Hal itulah yang menjadi salah satu landasan bagi KIJA menggelar Indonesian Art Exhibition sejak Rabu (17/1/2018) sampai dengan Sabtu (20/1/2018) di Jababeka Convention Center di Jalan H. Usmar Ismail, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Dalam kesempatan itu, ikut bergabung galeri-galeri papan atas Indonesia. Ada juga penampilan karya lima maestro seni rupa Indonesia versi Museum Oei Hong Djien (OHD) yakni Affandi, Kartika Affandi, Hendra Gunawan, Soedibio, dan H. Widayat.

Pada acara yang rencananya akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo pada pukul 09.00 WIB itu, ditampilkan juga 159 karya seni lukis, patung, instalasi, dan berbagai bentuk lainnya. “Kami berharap Presiden Joko Widodo bisa membuka acara ini,” imbuh Darmono, pendiri President University ini.

Kegiatan Indonesian Art Exhibition, ujar Darmono, juga menjadi salah satu strategi KIJA menciptakan 150 juta lapangan kerja sekaligus membangun 100 kota di Indonesia. “Kami juga ingin membangkitkan 100 juta kelas menengah yang datang dari industri,” pungkas pria kelahiran Yogyakarta pada 26 April 1949 ini.

-
Penulis: 
    author

    Posting Terkait