Cunding : Dari Dunia Gelap ” HIJRAH ” menjadi Pengusaha Warkop Konsep Islami

2029 views

 

 

Perjalanan kehidupan seseorang tidak pernah ada yang tahu. Semua menjadi rahasia sang pencipta, seperti halnya Cunding lelaki asal Desa Batu Putih  Kec. Mallawa Kab. Maros yang saat ini fokus mengelolah Warkop setelah hijrah dari dunianya yang memberi banyak pengalaman pahit dalam hidupnya.

Kehidupannya banyak dicibir, pasalnya aktivitas yang dilakoninya umumnya bertentangan dengan nilai-nilai agama. Keluarganya hampir saja berantakan sampai akhirnya ayahnya pada tahun 2017 lalu menjadi korban pembunuhan sadis dari orang-orang yang dia kenalnya.

Pengalaman hidup yang cukup pahit ini kemudian menjadi awal perubahan dalam hidupnya, doa-doa dari keluarganya tak pernah putus. Memiliki latar belakang sedikit pendidikan agama ketika belajar di Panti Asuhan ketika SMP di Makassar serta kemampuan nalarnya yang cukup baik ketika sekolah, membuatnya mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Menurutnya, faktor lingkunganlah yang sangat berperan dalam membentuk karakternya selama sekian tahun yang dia sadari sendiri bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang tidak baik.

Saat ini lelaki yang cukup dikenal di Mallawa sampai di daerah Kab. Bone ini, memantapkan dirinya berhenti dari hirup pikuk dunia gelap. Godaan tentu menjadi sesuatu yang amat berat, setiap saat godaan itu selalu saja hadir dari teman-teman dan sahabatnya yang saat ini masih menggeluti kehidupan itu. Saat ini dia mulai mendekatkan diri kepada sang pencipta yang beberapa tahun jarang bersujud kepada-Nya, ini adalah cara yang efektif untuk meninggalkan dunia lamanya dan “HIJRAH” ke kehidupan yang lebih baik.

Tidak memiliki keterampilan yang cukup dalam hal-hal yang positif, membuatnya sedikit harus memutar otak dalam menjalani kehidupan barunya. Konsultasi dengan teman, sahabat serta keluarga besar menjadi hal yang rutin dia lakukan. Hingga pada akhirnya membuat perencanaan buka usaha Warkop di lokasi mertua, usaha ini menurutnya adalah usaha yang cocok buatnya, pasalnya kesukaannya dalam kuliner ada dalam dirinya. Dengan keterbatasan modal yang dimilikinya, akhirnya dia memberanikan diri membangun tempat usaha dengan ukuran yang terbatas yang berdampingan dengan Masjid di Poros Bone-Maros yang cukup ramai disinggahi para musafir untuk sholat.

Warkop “HIJRAH” nama usaha yang dia berikan, usaha ini juga tidak lepas dari Trisari Group yang banyak memberi masukan dan menginspirasinya. Banyaknya Warkop di jalur ini menjadi tantangan tersendiri baginya, warkop Hijrah ini diberi slogan Belanja Disini, 2,5% ke kas Masjid , selain itu Warkop ini menyediakan menu berbeda dari warkop-warkop lainnya. Usaha harus memiliki ciri khas dan gaya sendiri, Kopi Toraja varian Blend Dan Espresso sistem vietnam drip dan french press adalah menu yang disajikan, menu jenis ini umumnya hanya tersedia di kota-kota.

Warkop “Hijrah” kini mulai dikenal di sepanjang jalur Makassar-Bone yang posisinya sangat strategis yakni di Rest Area KM. 100 TRISARI GROUP, Warkop yang cukup sederhana tetapi para penikmat kopi cukup ramai ditempat ini, apalagi konsep berbagi dihadirkan serta sarana Masjid disampingnya yang cukup ramai.

Nama warkopnya memberi kekuatan motivasi untuk terus berusaha secara halal dan berkah, baginya kehidupan telah diatur oleh Allah SWT tapi manusia harus senantiasa berikhtiar. “Hijrah” telah diperlihatkan Rasulullah dari Mekkah ke Madina dalam pengembangan Islam, seperti halnya kehidupan dan usaha, nilai-nilai Hijrah harus diterapkan.

 

Editor : RH

 

Penulis: 
    author

    Posting Terkait